Dear God – Send me an Angel
Ada sebuah lagu yang terus berputar di benakku – lagu Robbie Williams yang berjudul Angel…
I sit and wait, does an angel contemplate my fate? And do they go the places where we go when we’re grey and old?
Lirik lagu berlanjut… namun yang terngiang di otakku adalah bilakah Allah akan mengirimkan salah seorang malaikatnya untuk menjagaku? agar aku tidak selalu merasa kesepian, meskipun aku dikelilingi oleh begitu banyak orang?
Ya, mungkin memang aku putus asa… entah hampir putus asa atau baru saja melewati ambang batas keputusasaan. Aku bingung mencari jawabannya. Untuk apa sih aku hidup? Apa sih tujuanku di dunia ini? Apa yang bisa kulakukan di sini? Apa, apa, dan apa lagi…. Inginku membahagiakan keluargaku… namun ku tak mampu, karena memenuhi permintaan mereka cenderung berarti mengorbankan kebahagiaanku sendiri.
Inginku membahagiakan diriku sendiri… tapi aku tidak tega karena membahagiakan diriku sendiri berarti aku harus setega mungkin kepada semua orang yang ada di sekelilingku. Inginku memperoleh cinta untuk diriku yang mampu diterima baik oleh keluargaku. Namun kandas juga di tengah jalan. Inginku menuruti keinginan keluargaku menggapai cinta yang mereka persiapkan untukku, namun kandas juga karena aku tak mampu membohongi perasaaanku sendiri. Sampailah di titik ini dimana aku bingung, sungguh aku bingung. Seseorang berujar kepadaku, janganlah mengingat hal-hal yang menyakitkan. Namun aku tidak mampu, dan juga tidak mau untuk terus berlari menghindari hal hal itu. Dan mungkin memang kebodohanku saja, aku tidak tau bagaimana caranya tidak mengingat hal yang menyakitkan tanpa harus melarikan diri. Di satu sisi aku lelah disakiti, di sisi lain aku pun letih untuk berlari menghindari sakit itu. Allah, Engkau memang suka bermain permainan dengan kami ya Allah…. meski aku memilih untuk beranggapan itulah bentuk cintaMu pada kami, Engkau hanya ingin menguji seberapa besar usaha yang akan kami lakukan untuk menjalani ujianMu itu Ya Allah…
Ah pusing…









